_

Masyarakat Diimbau Tidak Menyentuh Ubur- Ubur Beracun

  • 09 Oct 2019
  • 31 kali dibaca
  • Berita 2019
  • Padang - Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani mengimbau masyarakat untuk tidak menyentuh ubur-ubur biru yang saat ini banyak terdapat di sekitar Pantai Pasir Jambak, Kecamatan Koto Tangah, Padang.

    "Kita sudah mendapat laporan adanya dua orang warga yang dirujuk ke RSUD Dr Rasidin beberapa hari lalu akibat keracunan setelah memegang bangkai ubur-ubur yang terdampar di pasir. Setelah mendapat perawatan kedua pasien tersebut sudah diizinkan pulang," ujar Kadis, Rabu (9/10/2019).

    Kadis meluruskan pemberitaan terkait dampak sengatan ubur-ubur yang meresahkan warga ini. Beredar informasi racun ubur-ubur tersebut dapat menyerang hingga ke jantung.

    Menurut Kadis, racun dari ubur-ubur tersebut tidak termasuk kategori mematikan namun dapat menimbulkan gatal dan rasa sakit. Penanganannya cukup dengan diberi injeksi atau obat Analgetik (penghilang rasa sakit).

    "Dalam kasus kemaren kebetulan stok obat tersebut sedang habis di Puskesmas Lubuk Buaya sebagai Puskesmas terdekat di lokasi kejadian, makanya pasien dirujuk ke RSUD. Setelah diberikan Analgetik, pasien langsung diizinkan pulang," tambah Kadis.

    Walau tidak berbahaya, Kadis tetap mengimbau masyarakat untuk tidak menyentuh ubur-ubur tersebut.

    Pada Minggu (6/10/2019), masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman dan Pasir Jambak dikejutkan dengan munculnya puluhan ekor ubur-ubur jenis Blue Bottle di sekitar pantai.

    Beredar laporan beberapa nelayan telah disengat oleh hewan yang oleh masyarakat lokal disebut ubur-ubur ranggah ayam (karena bentuknya yang mirip jengger pada ayam jago).

    Sementara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Yosmeri mengatakan, kemunculan puluhan ubur-ubur tersebut suatu yang biasa.

    Mereka seperti hewan lainnya sedang bermigrasi dan jumlahnya pun tidak banyak. Namun karena warnanya yang biru cerah membuat keingintahuan masyarakat sehingga memegangnya.

    "Padahal pada tubuh terutama tentakelnya terdapat racun yang dapat menimbulkan rasa sakit dan gatal," ujar Kadis.

    Untuk itu pihaknya meminta kepada pengunjung pantai untuk tidak menyentuh hewan tersebut termasuk jika menemukan bangkai hewan itu di pasir.(MC Padang /RA).

    Bagikan :

    Masyarakat Diimbau Tidak Menyentuh Ubur- Ubur Beracun

  • 09 Oct 2019
  • 31 kali dibaca
  • Berita 2019