_

Warga Kampung Olo Nanggalo Manjakan Tim Penilai ABS-SBK Kota Padang

  • 24 Oktober 2018
  • 32 Kali Dilihat
  • Super Administrator
  • Warga Kampung Olo Nanggalo Manjakan Tim Penilai ABS-SBK Kota Padang

    Padang–Warga Kelurahan Kampung Olo Nanggalo manjakan rombongan penilai kelurahan pengimplementasi ABS-SBK Kota Padang dengan beragam keterampilan permaianan tradisi Minangkabau, mulai dari permainan gasiang, silek, main congkak, tari indang hingga pasambahan upacara adat meninggal dunia di lapangan hijau disamping kantor lurah setempat, Rabu (24/10).

    Prof.Dr.Ir.Hj. Puti Reno Raudah Thaib, M.Si ketua tim penilai lomba kelurahan pengimplementasi ABS-SBK Kota Padang tahun 2018 menyampaikan, yang unik dan menarik serta tidak dimiliki daerah lain adalah kesenian tradisionalnya cukup hidup dan tidak dibuat-buat. Contohnya tari Indang yang ditunjukkan kaum ibu mengangumkan. Seni gerakan kompak mengikuti irama musik.

    Terkait dengan budaya, para bundo itu adalah madrasah awal bagi anak-anak meraih pengetahuan tentang adat dan budaya Minangkabau. Kedepan bagaimana warga Kampung Olo ini menerima pendatang bisa menyatu dalam tatanan kehidupan mencintai adat dan budaya Minangkabau. Ini membuktikan bahwa adat budaya Minangkabau tidaklah kaku, dan bukan tertutup atau menutup diri, yang disebut dengan hinggok mancakam tabang basitumpu, dima rantiang dipatah di sinan aia di sauak, di ma bumi dipijak di sinan langik dijunjuang, cupak diisi limbago dituang, adat yang datang dan adat yang menanti ,ungkap Puti Reno Raudah Thaib yang juga Ketua Umum Bundo Kanduang Sumatera Barat itu.

    Kemudian keterampilan yang diperagakan warga Kampung Olo, sesuai dengan ekspose Lurah Kampung Olo Nanggalo yang disampaikan beberapa waktu lalu. Memperlihatkan permainan gasiang, permainan gasiang tidaklah mudah, butuh cara melilit tali, setelah itu seni rasa melemparnya. Jika tidak mempunya rasa seperti itu, maka gasiang itu terbalik putarnya. Bagi yang sudah terbiasa, maka gasiang mutar yang cukup lama. Setelah itu, petatah petitih pasambahan upacara kematian disebut juga dengan pasambahan dibawah payuang, bila ada kematian maka di depan rumahnya ditegakkan payung.Hal ini cukup rapi diperagakan. Jadi, tak perlu lagi mengunjungi sasarannya, hanya toga yang perlu dilihat.

    Sedangkan Camat Nanggalo Teddy Antonius menyampaikan, sebanyak 9 kelurahan, dipercayakan pada kelurahan Kampung Olo Nanggalo untuk mengikuti Lomba kelurahan Pengimplementasi ABS-SBK tahun 2018. Selanjutnya kegiatan adat dan pemerintahan selalu sejalan.Kolaborasi terus dilakukan. Setiap ada yang meninggal dunia upacara pasambahan selalu pula dilaksanakan. 
    Lurah Kampung Olo Nanggalo Azwar juga menyampaikan, bahwa warga bangga kelurahannya masuk nominasi 9 kelurahan penilaian ABS-SBK. 2018. Maka tak sia-sia usaha yang dilakukan bersama warga dan pemuka masyarakat. Tentu semua itu berharap meraih prestasi gemilang dari Lomba pengimplementasi ABS-SBK tahun 2018. # Irwandi Rais

    Warga Kampung Olo Nanggalo Manjakan Tim Penilai ABS-SBK Kota Padang

  • 24 Oktober 2018
  • 32 Kali Dilihat
  • Super Administrator